Bab 1
Menentukan Letak Bilangan pada Garis Bilangan
1. Garis bilangan adalah garis untuk meletakkan
bilangan.
2. Pada garis bilangan:
o bilangan yang lebih besar terletak di sebelah
kanan.
o bilangan yang lebih kecil terletak di sebelah
kiri.
Contoh:
85 berada di sebelah kanan 84.
45 berada di sebelah kiri 46.
Contoh:
85 berada di sebelah kanan 84.
45 berada di sebelah kiri 46.
3. Garis bilangan berguna untuk melihat urutan
bilangan.
Contoh:
Bilangan di antara bilangan 224 dan 229 adalah 225, 226, 227, dan 228.
Contoh:
Bilangan di antara bilangan 224 dan 229 adalah 225, 226, 227, dan 228.
4. Urutan bilangan dapat berupa bilangan loncat.
Urutan bilangan pada barisan bilangan disebut suku
Contoh: 3, 6, 9, 12, 15 disebut pola bilangan loncat 3 suku ke-1 adalah bilangan 3, suku ke-2 bilangan 6.
Contoh: 3, 6, 9, 12, 15 disebut pola bilangan loncat 3 suku ke-1 adalah bilangan 3, suku ke-2 bilangan 6.
Bab 2 Operasi Hitung Penjumlahan dan
Pengurangan
1. Bilangan ribuan tersusun atas ribuan, ratusan,
puluhan dan satuan.
Contoh:
3.425 dibaca tiga ribu empat ratus dua puluh lima.
3 menempati ribuan, nilainya 3.000
4 menempati ratusan, nilainya 400.
2 menempati puluhan, nilainya 20.
5 menempati satuan, nilainya 5
Contoh:
3.425 dibaca tiga ribu empat ratus dua puluh lima.
3 menempati ribuan, nilainya 3.000
4 menempati ratusan, nilainya 400.
2 menempati puluhan, nilainya 20.
5 menempati satuan, nilainya 5
2. Bilangan ribuan dapat dinyatakan dalam
penjumlahan bentuk panjang.
Contoh: 3.425 = 3 ribuan + 4 ratusan + 2 puluhan + 5 satuan
Contoh: 3.425 = 3 ribuan + 4 ratusan + 2 puluhan + 5 satuan
3. Cara mengerjakan penjumlahan dan pengurangan
dengan cara bersusun adalah:
o
§ nilai satuan dengan satuan,
§ puluhan dengan puluhan,
§ ratusan dengan ratusan,
§ ribuan dengan ribuan.
4. Hasil akhirnya disatukan, dimulai dengan
penulisan bilangan ribuan, ratusan, puluhan, kemudian satuan.
5. Bentuk operasi penjumlahan ada dua macam,
yaitu tanpa menyimpan dan dengan menyimpan.
Contoh:
Contoh:
o tanpa menyimpan, misalnya 2.435 + 1.462 =
3.897
o satu kali menyimpan, misalnya 3.287 +
1.205 = 4.492
o dua kali menyimpan, misalnya 1.579 + 1.263 =
2.842
6. Bentuk operasi pengurangan juga ada dua macam,
yaitu tanpa meminjam dan dengan meminjam.
Contoh:
Contoh:
o tanpa meminjam, misalnya 5.675 -- 3.252
= 2.423
o satu kali meminjam, misalnya 3.287 -- 1.209 =
2.078
o dua kali meminjam 4.212 -- 3.174 = 1.038
Bab 3 Operasi Hitung Perkalian dan
Pembagian
1. Perkalian merupakan bentuk penjumlahan
berulang.
Contoh:
3 x 50 = ....
dinyatakan dengan penjumlahan 50 + 50 + 50 = 150
Jadi, 3 x 50 = 150
Contoh:
3 x 50 = ....
dinyatakan dengan penjumlahan 50 + 50 + 50 = 150
Jadi, 3 x 50 = 150
2. Pembagian merupakan bentuk pengurangan
berulang.
45 : 15 = ....
dinyatakan dengan pengurangan 45 -- 15 -- 15 -- 15 = 0
Ada 3 kali pengurangan dengan 15.
Maka 45 : 15 = 3
45 : 15 = ....
dinyatakan dengan pengurangan 45 -- 15 -- 15 -- 15 = 0
Ada 3 kali pengurangan dengan 15.
Maka 45 : 15 = 3
3. Pada perkalian berlaku:
1. Sifat pertukaran, a x b = b x a
Contoh :
12 x 5 = 60
5 x 12 = 60
Maka 12 x 5 = 5 x 12 (sifat pertukaran)
Contoh :
12 x 5 = 60
5 x 12 = 60
Maka 12 x 5 = 5 x 12 (sifat pertukaran)
2. Sifat pengelompokkan, (a x b) x c = a x (b x
c)
Contoh:
8 x 7 x 5 = ....
(8 x 7) x 5 = 56 x 5 = 280
8 x (7 x 5) = 8 x 35 = 280
Contoh:
8 x 7 x 5 = ....
(8 x 7) x 5 = 56 x 5 = 280
8 x (7 x 5) = 8 x 35 = 280
4. Perkalian dengan dua hasilnya sama dengan
menjumlah dua bilangan itu sendiri.
Contoh :
36 x 2 = 36 + 36 = 72
Contoh :
36 x 2 = 36 + 36 = 72
5. Pembagian dengan dua hasilnya sama dengan
setengah dari bilangan yang dibagi.
40 : 2 = ..... setengah dari 40 adalah 20
Maka 40 : 2 = 20.
40 : 2 = ..... setengah dari 40 adalah 20
Maka 40 : 2 = 20.
6. Bilangan genap selalu habis dibagi bilangan 2.
Sedangkan bilangan ganjil bila dibagi dengan 2 selalu ada sisa.
Contoh:
36 (genap) karena 36 : 2 = 18 (habis dibagi)
39 (ganjil) karena 39 : 2 = 19, sisa 1.
Contoh:
36 (genap) karena 36 : 2 = 18 (habis dibagi)
39 (ganjil) karena 39 : 2 = 19, sisa 1.
7. Pada operasi hitung campuran perkalian dan
pembagian lebih kuat daripada penjumlahan dan pengurangan. Maka pembagian dan
perkalian didahulukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar