Tamatnya Generasi Milenial
Indonesia merupakan negara
yang sangat kaya akan kekayaan alamnya. Tetapi hasil alam yang Indonesia
hasilkan belum bisa dikelola dengan benar dan maksimal. Hal ini menyebabkan
banyak masalah yang dihadapi Indonesia, baik itu berupa kemiskinan,
pengangguran, dan masih banyak lagi masalah yang sedang menerkam Indonesia.
Kekayaan alam yang ada di Indonesia ini memiliki peluang yang sangat besar untuk
mengatasi semua masalah ini, jika dapat dikelola dengan benar. Butuh kesadaran yang tinggi dari setiap pihak yang
terlibat dalam bagian ini, untuk bisa memanfaatkan dan mengelola hasil alam
yang Indonesia hasilkan dengan benar demi kepentingan rakyatnya.
Perkembangan Indonesia
dari generasi ke generasi terus berjalan, tetapi Indonesia belum bisa mencapai
tahap maksimal. Salah satu bukti yang bisa kita lihat adalah infrastruktur di
Indonesia, baik infrastruktur fisik maupun non fisik. Infrastruktur fisik
seperti pembangunan jalan, jembatan, rel kereta api, bandar udara belum
mencapai target yang diharapkan. Masih banyak daerah-daerah yang kesulitan
ketika ingin melakukan transportasi baik itu melalui darat, laut, maupun udara.
Pembangunan infrastruktur fisik sangat penting dalam menunjang perkembangan
ekonomi dari suatu negara. Salah satu fakta bahwa Indonesia adalah negara
maritim, ini secara tidak langsung menuntut Indonesia untuk membangun banyak
armada laut untuk bisa menolong kelancaran proses perdagangan baik dari dalam
negeri maupun dari luar negeri.
Sedangkan infrastruktur
non fisik seperti pelayanan kesehatan, penyediaan air bersih, dan jaringan
teknologi pun belum berjalan dengan merata. Masih banyak daerah-daerah yang
belum merasakan akan hal-hal tersebut, khususnya daerah bagian Timur Indonesia.
Daerah ini kurang mendapat perhatian dari pemerintah Indonesia sehingga
kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan pun belum mencapai target yang maksimal.
Dimanakah letak keadilan itu? UUD 1945, Pasal ke 5 berbunyi “Keadilan Bagi
Seluruh Rakyat Indonesia”. Tetapi keadilan itu belum dirasakan oleh seluruh
daerah-daerah Indonesia. “Wahai pemerintah Indonesia…Kawasan Timur juga bagian
dari Indonesia” itulah jeritan tangis dan penyesalan yang diungkapkan oleh
muda-mudi dari Kawasan Timur Indonesia.
Perkembangan zaman semakin
bertambah maju, teknologi menjadi salah satu aspek yang penting dalam
persaingan di dunia. Tetapi perkembangan teknologi belum dimanfaatkan secara
tepat dan benar oleh bangsa Indonesia, khususnya para muda-mudi Indonesia.
Pemanfaatan dan pengelolaan jaringan internet belum dimanfaatkan dengan baik
dan benar. Inilah realita yang saya temui di dalam menempuh pendidikan disalah
satu kampus swasta di bagian barat Indonesia. Kebanyakan muda-mudi di bagian
barat Indonesia tidak bisa menggunakan fasilitas yang telah disediakan dengan
baik. Mereka menggunakan media internet untuk menyenangkan diri mereka sendiri
seperti bermain game. Mereka tidak
sadar akan dampak dari apa yang mereka lakukan. Bermain game dapat memicu
hal-hal yang negatif seperti kerusakan moral, kurangnya pemahaman akan dunia
luar karena mereka kurang berinteraksi secara langsung dengan dunia, dan bahkan
bisa menimbulkan penyakit pada mereka sendiri.
Hal ini
berbanding terbalik dengan daerah asal saya yaitu daerah Timur. Para muda-mudi
di daerah saya begitu semangatnya memanfaatkan teknologi yang ada meskipun
terbatas, untuk melakukan suatu perubahan yang signifikan. Mereka memanfaatkan
media internet sebagai jendela pendidikan mereka. Mereka ingin menunjukkan bahwa
mereka juga bisa membawa perubahan bagi tanah air mereka.
Game sudah menjadi penyakit pada generasi milenial yang sangat sulit untuk
disembuhkan. Ini sudah menjadi suatu kebutuhan yang harus dipenuhi oleh para
milenial. Inilah yang dinamakan penyalahgunaan fasilitas. Sebenarnya hadirnya
teknologi yang semakin canggih ini harus membawa perubahan bagi Indonesia,
bukan menjadi penghambat bagi Indonesia untuk bisa terus terbang mengepakkan
sayapnya di atas langit internasional. Di zaman sekarang ini teknologi yang
menjadi tolok ukur perkembangan suatu negara. Kesejahteraan suatu negara bisa
dilihat dari infrastrukturnya, apakah dapat mencapai hasil yang maksimal atau
tidak. Jika tidak maka itu akan menjadi suatu permasalahan yang sangat serius
dalam menempuh persaingan di kancah internasional.
Salah satu contoh yang
sangat mempengaruhi Indonesia dalam bersaing dengan negara lain adalah masalah
teknologi. Sudah tidak bisa dipungkiri lagi bahwa Indonesia masih berada di
bawah standar jika berbicara soal teknologi. Indonesia sebenarnya memiliki
penerus-penerus yang dapat memecahkan masalah ini. Tetapi karena terbatasnya
sumber daya manusia maka semuanya menjadi hampa. Di generasi sekarang ini atau
biasa disebut generasi milenial sangat berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya.
Generasi milenial adalah generasi yang lahir antara tahun 1980-2000. Generasi
ini lahir ditengah-tengah dunia yang semakin canggih terutama dalam bidang
teknologi.
Teknologi sudah menjadi
faktor pendukung bagi kehidupan generasi ini dan sudah menjadi suatu kebutuhan
yang harus dipenuhi. Anak-anak pada masa ini lebih akrab dengan teknologi
sehingga menyebabkan waktu mereka tersita oleh internet. Interaksi dengan sesama
juga menjadi hilang karena hadirnya internet. Mereka lebih suka berinteraksi
lewat media Online. Memanfaatkan teknologi di zaman sekarang ini sangat
bermanfaat bagi kehidupan manusia jika dapat dimanfaatkan dengan maksimal.
Banyak penelitian yang sudah dilakukan untuk memecahkan masalah yang ada di
generasi milenium khususnya berbicara dibidang teknologi.
Seperti penelitian yang dilakukan oleh Boston
Consulting Group (BGC) bersama University of Berkeley tahun 2011 dengan
mengambil tema American Millennials: Deciphering the Enigma Generation, serta
Pew Research Center juga membuat sebuah laporan riset dengan judul Millennials:
A Portrait of Generation Next . Dari penelitian yang telah dilakukan tersebut,
selalu menunjukkan bahwa generasi muda Milenium memiliki ketergantungan dan
kebutuhan yang tinggi terhadap internet.
Berbagai interaksi dan transaksi telah dialihkan
kepada penggunaan internet. Tentu saja penggunaan internet tersebut berbanding
lurus dengan penggunaan gadget dan barang digital lainnya sebagai produk
kemajuan teknologi. Setiap hari selalu ada kemunculan produk dan
aplikasi-aplikasi baru yang semakin memanjakan dan mengisi kebutuhan setiap
penggunanya. Selanjutnya, apa yang terjadi adalah sebuah penerimaan terhadap kebutuhan
teknologi yang tidak dapat dikontrol karena selalu bertambah setiap waktunya.
Dampak ini tentunya akan dirasakan oleh setiap individu, terutama para pemuda Milenium.
Pembangunan infrastruktur baik itu secara fisik
maupun non fisik pada dasarnya memiliki tujuan yang jelas, bukan hanya untuk
menghabiskan anggaran saja tetapi ada sasaran dan target yang harus dicapai.
Banyak manfaat yang akan dicapai ketika infrastruktur suatu negara dapat
dibangun dengan maksimal, manfaatnya yaitu seperti mempersempit peluangnya
pengangguran yang ada di Indonesia. Banyak tenaga yang dibutuhkan untuk
menyelesaikan semuanya sehingga dengan adanya pembangunan, masalah pengangguran
akan berangsur-angsur hilang. Manfaat yang kedua itu adalah untuk meningkatkan
pertumbuhan ekonomi suatu negara. Salah satu contohnya adalah masalah
perdagangan. Jika infrastruktur telah dibangun dengan baik maka otomatis kerja
sama Indonesia dan negara luar akan berjalan dengan lancar.
Manfaat terakhir yang saya ingin sampaikan adalah
bisa menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia
akan nyaman ketika melakukan aktivitas jika infrastruktur Indonesia baik. Saya
sangat bangga dengan kinerja Bapak Presiden kita yang telah membangun
infrastruktur yang layak bagi daerah Papua. Itu menciptakan suatu kenyamanan
bagi masyarakat Papua untuk melakukan aktivitas. Kita semua tahu bahwa daerah
Papua adalah daerah yang menjadi penghasil emas terbesar di Indonesia. Coba
kita pikirkan apa yang terjadi ketika infrastruktur di Papua tidak baik. Pasti
perkembangan ekonomi di Indonesia juga tidak berjalan dengan baik, karena Papua
adalah daerah yang memiliki peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi di
Indonesia.
Indonesia sangat
membutuhkan suatu perubahan yang nyata, bukan hanya sekedar janji saja. Oleh
sebab itu, perubahan itu harus bisa dilakukan sekarang. Muda-mudi milenial
harus bisa menjadi gerakan perubahan bagi negara ini. Generasi milenial
memiliki peluang yang sangat besar untuk bisa mengubah Indonesia ke arah yang
lebih baik. Jika potensi dan bakat dari generasi ini bisa dimanfaatkan dengan
baik, maka otomatis Indonesia akan mengalami perubahan yang luar biasa
khususnya dalam bidang teknologi. Bagaimana cara mengembangkan potensi yang ada
pada generasi milenial untuk menjadi suatu karya yang bermanfaat? Kita bisa
melakukan berbagai cara untuk bisa mengatasi hal ini seperti mengadakan
seminar-seminar tentang teknologi, mengadakan lomba-lomba yang dapat
mengembangkan bakat dan talenta anak muda, dan masih banyak lagi hal yang harus
dilakukan.
Pengembangan
infrastruktur di Indonesia itu sangat penting sekali untuk dilakukan.
Manfaatnya bukan hanya dirasakan oleh pemerintah saja tetapi bisa dirasakan
oleh masyarakat juga. Sudah saatnya Indonesia berubah. Banyak potensi yang
sempat terkubur oleh hamparan pasir, inilah saatnya untuk menggali dan
mengembangkan potensi itu menjadi sesuatu hal yang berguna bagi negara ini.
Sudah saatnya mimpi itu
menjadi nyata; sudah saatnya Indonesia mengalami perubahan. Melalui opini ini
saya mau mengajak para muda-mudi untuk terus berperan aktif dalam perkembangan
Indonesia, bukan hanya sekedar berbicara dimulut saja tetapi harus bisa
dibuktikan dengan tindakan nyata; Indonesia butuh karya bukan janji. Para
muda-mudi milenial, ayo buktikan kepada Indonesia bahwa generasi ini bukan
penghambat tetapi pengubah. Mengubah Indonesia menjadi negara yang semakin maju
dalam perkembangan infrastruktur.
Indonesia bisa melakukan
terobosan-terobosan baru untuk mengatasi hal diatas. Terobosan yang paling
efektif adalah melalui pendidikan. Pendidikan merupakan suatu wadah paling
mendasar untuk membentuk setiap individu menjadi lebih baik. Tetapi sayangnya Kualitas
pendidikan di Indonesia belum berjalan dengan maksimal. Masih banyak
sarana-sarana pendidikan di Indonesia yang belum dirasakan secara merata. Ini
merupakan hal yang harus diperhatikan khusus oleh pemerintah Indonesia dalam
mewujudkan suatu perubahan yang nyata.